Card image cap
Keutamaan Syukur Kepada Allah SWT

GENOTA.ID - Syukur kepada nikmat Allah SWT yang tiada terputus dan pemberianNya yang tak pernah berhenti, memiliki keutamaan dan kedudukan yang tinggi. Allah SWT sendiri yang telah memerintahkan syukur ini di dalam kitabNya dan melarang perilaku kufur yang menjadi lawannya.

Allah SWT juga menjadikan syukur sebagai tujuan penciptaan makhluk dan puncak dari perintahNya. Dia telah menjanjikan pahala yang besar bagi pelakunya dan menjadikannya sebagai sebab bertambahnya nikmat dan karuniaNya. Serta menjadikannya sebagai penjaga dan pelanggeng nikmat tersebut.

Allah SWT berfirman, “Dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS. An Nahl: 114)

Allah SWT telah menggabungkan syukur dengan iman. Dia mengabarkan tidak ada alasan untuk mengadzab hambaNya, jika mereka bersyukur dan beriman kepadaNya. “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nisa': 147)

Dan Allah SWT mengabarkan bahwa orang-orang yang bersyukur adalah orang yang sukses di antara hamba-hambaNya dalam menghadapi ujian Allah SWT. “Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata, “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?” (Allah berfirman), “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?” (QS. Al An'am: 53)

Allah juga mengaitkan tambahan nikmat dengan syukur. Tambahan nikmat ini tiada terbatas sebagaimana tak terbatasnya rasa syukur kepadaNya. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Allah SWT telah membagi manusia dalam dua kelompok: syukur dan kufur. Kufur dan pelakunya adalah sesuatu yang paling dibencinya. Sebaliknya, syukur dan para pelakunya adalah yang paling dicintaiNya. “Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (QS. Al Insan: 3)

Allah SWT juga mengabarkan, bahwa orang yang beribadah kepadaNya adalah hamba-hambaNya yang bersyukur. Sedangkan orang yang tidak bersyukur tidak masuk dalam golongan orang yang beribadah kepadaNya. “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Al Baqarah: 172)

Wasiat pertama yang Allah SWT sampaikan kepada manusia setelah dia berakal adalah bersyukur kepada Allah SWT dan kepada kedua orang tua. Allah SWT berfirman, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKu lah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)

Allah SWT telah mengaitkan beberapa balasan dari macam-macam ibadah dengan kehendakNya. “Maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki.” (QS. Al Taubah: 28).

Allah SWT juga mengabarkan bahwa musuhNya, Iblis, untuk menjadikan syukur sebagai sasaran tertinggi dalam menggoda manusia. Dia berusaha menjadikan mereka sebagai orang tidak bersyukur, karena tahu keagungan kedudukan syukur yang termasuk kedudukan yang paling mulia dan paling tinggi di sisi Allah. “Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS. Al A'raf: 17)

Allah SWT mengabarkan bahwa untuk syukur inilah, Allah SWT menciptakan makhlukNya dan mencurahkan berbagai nikmat. “Dan Dia lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karuniaNya, dan supaya kamu bersyukur.” (QS. An Nahl: 14)

Syukur adalah jalan hidup yang ditempuh para utusan Allah SWT dan nabiNya. Allah SWT telah memuji rasul pertama yang diutus ke bumi dengan menyandangkan sifat syukur padanya. Allah SWT berfirman, “(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.” (QS. Al Isra': 3)

Allah SWT juga mengabarkan bahwa Nabi Ibrahim sebagai Ummah, yakni teladan yang diikuti dalam kebaikan. Dia juga sebagai orang yang selalu taat kepadaNya, senantiasa menuju kepada Allah SWT dan berpaling dari selainNya, kemudian pujian tersebut ditutup dengan sifat syukur kepada nikmat-nikmatNya.

Sedangkan keterangan tentang syukurnya Nabi Muhammad SWT sangat banyak, bagaikan lautan luas yang tak bertepi, karena beliau manusia yang paling kenal dengan Allah SWT, paling takut, dan paling bersyukur kepada nikmat-nikmatNya, serta paling tinggi kedudukannya di sisi Allah SWT.

Dari Aisyah radliyallah 'anha, dia berkata: “Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri salat (malam) hingga kedua kaki beliau bengkak.” Lalu Aisyah berkata kepada beliau, “Kenapa engkau lakukan ini, ya Rasulullah, bukankah Allah telah mengampuni dosamu yang lalu dan yang akan datang?” Lalu beliau menjawab, “Tidak bolehkan aku senang menjadi hamba yang bersyukur.” (HR. Bukhari)

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan shalawat dan salam untuknya sebagimana dia telah mentauhidkan Allah SWT dengan sebenarnya, mengenalNya dengan sempurna, berdakwah kepadaNya, dan bersyukur dengan semestinya.

Sebarkan Kebaikan Anda
Responsive image
GenOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) adalah Salah satu program dari LAZNAS Yatim Mandiri dalam bentuk kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak yatim dhuafa berprestasi
Kantor Layanan
Jalan Raya Jambangan No.135-137 Surabaya
(031)8283488
08113251112
genota@yatimmandiri.org
Ikuti Kami