Card image cap
Cara Menjauhkan Anak-anak Dari Stres Saat Pandemi

GENOTA.ID - Seorang teman bercerita, anaknya yang saat ini kelas 3 SD murung terus menerus. Alasannya karena ia bosan di rumah terus. Ya, pandemi belum usai dan kita masih harus terus di rumah, dan sebisa mungkin kita jauhkan anak-anak dari stres.

Saat bosan, anaknya mengalihkan dengan menyeterika baju yang merupakan pekerjaan rumah favoritnya. Tetapi, begitu bahan seterikaan habis, ia kembali mengeluh bosan lagi.

Tak hanya itu, ada pula cerita, bahwa membelikan anak-anak kolam plastik yang cukup besar untuk dipakai di rumah saja tak cukup untuk menebus rasa rindu mereka untuk berenang. Anak-anak jadi sering murung karena merasa mati gaya.

Ya, sama seperti kita, anak-anak mungkin sudah mengidamkan liburan panjang yang menyenangkan. Tidak jelas kapan mereka bisa melakukan aktivitas hobinya seperti berenang, dancing, atau skate boarding di luar rumah.

Hal-hal tersebut membuat anak-anak rentan stres. Mereka tertekan secara emosional. Anak-anak mungkin juga mengalami perubahan perilaku seperti kemurungan, amarah, dan bahkan amukan. Di samping itu, stres selama pandemi juga bisa menyebabkan perubahan kebiasaan seperti saat usia mereka lebih kecil. Misalnya, sering terbangun di malam hari atau harus tidur ditemani orang tua.

Apa yang sebenarnya bisa dilakukan orang tua untuk membantu mereka? Berikut cara untuk menjauhkan anak-anak dari stres,

1. Mencontohkan Ketenangan

Semakin orang tua tenang, maka anak-anak pun juga ikut tenang. Sayangnya, di masa pandemi ini, banyak juga orang tua yang mengalami stres. Oleh karenanya, perhatikan diri Anda sendiri terlebih dahulu dan ciptakan istirahat yang cukup untuk mengelola stres Anda.

2. Membaca Diri Sendiri

Saat anak-anak uring-uringan terus menerus, sulit bagi orang tua untuk tidak terpancing uring-uringan. Akan tetapi, alih-alih fokus pada perilaku anak Anda yang mengkhawatirkan. Sebaliknya perhatikan apa yang sudah mereka lakukan dengan benar dan perkuatlah.

Misal, saat menghadapi mereka, Anda bisa mengatakan, “Kamu terlihat sangat kesal, tetapi kamu membicarakannya, kamu tetap tenang dan mencari apa, sih, yang sebenarnya kamu butuhkan.” Ajari anak-anak, bahkan di usia muda, untuk membaca dirinya sendiri, mencari tahu apa yang mereka inginkan dan bagaimana cara memenuhinya.

3. Ciptakan Ruangan Spesial

Ruangan spesial yang dimaksud di sini bukanlah ruangan dengan berbagai fasilitas mewah, akan tetapi tempat di mana anak-anak akan berkomentar, “Ini aku banget, deh." Bantu mereka menciptakan ruang tersebut. Misal, sebuah tenda dari seprai tempat ia akan memasukkan semua bonekanya untuk tidur situ. Sebuah ruangan di sudut ruang bermain yang penuh dengan mobil-mobilan, dan lain sebagainya. Cara sederhana ini adalah pilihan yang sehat untuk anak-anak di mana mereka merasa nyaman dan aman, yang akhirnya bisa menjauhkan anak-anak dari stres.

4. Dukung Persahabatannya

Koneksi dengan teman penting untuk perkembangan psikologis anak-anak. Sementara kita perlu jarak secara fisik, kita perlu memastikan bahwa kita semua terhubung secara sosial. Disarankan untuk orang tua agar memfasilitasi anak-anak supaya terhubung dengan sahabat lewat online.

5. Dorong Hobi

Dengan banyaknya hal yang di luar kendali saat ini, orang tua bisa membantu anak tetap tenang dengan cara mencari tahu apa yang mereka bisa kendalikan. Misal, bagaimana mereka menghabiskan waktu, hobi apa yang mereka ingin kembangkan dan nikmati.

Sebarkan Kebaikan Anda
Responsive image
GenOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) adalah Salah satu program dari LAZNAS Yatim Mandiri dalam bentuk kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak yatim dhuafa berprestasi
Kantor Layanan
Jalan Raya Jambangan No.135-137 Surabaya
(031)8283488
08113251112
genota@yatimmandiri.org
Ikuti Kami