Card image cap
Besarnya Pengorbanan Seorang Ibu

GENOTA.ID - Tidak ada seorang pun yang paling berjasa kepada kemanusiaan melebihi jasa seorang ibu. Dalam Al-Quran, Allah SWT menceritakan perih dan lelah seorang ibu saat hamil dan menyusui.

Allah SWT berfirman, ”Dan Kami perintahkan kepada manusia supaya (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)

Ayat diatas dibuka dengan perintah agar berbuat baik kepada ibu bapaknya. Setelah itu, Allah menceritakan secara khusus tentang lelahnya seorang ibu ketika mengandung anaknya. Sementara lelahnya ayah tidak diceritakan. Sungguh, hanya sang ibu yang banyak disebut.

Ketika Rasulullah SAW ditanya oleh sahabatnya, “Ya Rasulullah, kepada siapa aku harus berbakti paling baik?”Jawab Rasul, “Kepada ibumu.”

“Lalu?” tanya sang sahabat kembali. Jawab Rasul, “Kepada ibumu.”

“Lalu?” tanya kembali sang sahabat. Kembali Rasul menjawab, “Kepada ibumu.” Sang sahabat bertanya kembali, “Lalu?” Jawab Rasul, “Kepada ayahmu.” Demikianlah, sebuah hadis yang singkat, namun berdasarkan perenungan panjang akan makna hakiki seorang ibu.

Namun sayang, banyak anak begitu mudah melupakan jasa besar ibunya. Kalau pun berbuat baik, cenderung perbuatan itu hanya basa-basi. Datang setahun sekali menemuinya di hari raya. Basa-basi mencium tangannya dan lain sebagainya.

Sementara pesan-pesannya yang baik tidak dipatuhi. Banyak para ibu yang merindukan anaknya agar mentaati Allah SWT. Namun, banyak anak yang justru membalas kebaikan ibunya dengan berbuat maksiat kepadaNya. Sungguh ini suatu kedurhakaan.

Ketika sang bayi terbangun dan menangis di malam hari, dengan sigap sang ibu pun ikut bangun. Dengan lembut ia menggantikan popok sang bayi, lalu memberikan yang terbaik untuk sang bayi, yaitu ASInya hingga tertidur pulas. Sungguh semua itu dilakukannya hampir tanpa keluhan. Bahkan, dengan bahagianya dia menjalankan amanah tersebut. Bagaimana bisa? Kasih sayang jawabnya.

Berdiri, melangkah dan berjalan merupakan sebuah proses yang rumit dalam perkembangan sang bayi. Ketika sang anak berusaha berdiri, lalu terjatuh, bangun berdiri dan terjatuh lagi, bangun lagi, dengan kesabaran yang luar biasa, sang bunda terus mendampingi dan terus memotivasi kita untuk bisa.

Dalam hatinya dia berkata, “Suatu hari anakku pasti akan bisa!” Rasanya tak ada seorang pun ibu yang putus asa ketika melihat bayinya terjatuh kembali dalam usahanya untuk mampu berdiri.

Dalam setiap kesempatan yang ada, terlebih ketika memandangi bayinya yang sedang tertidur pulas, hampir tak pernah terlewatkan betapa ikhlas sang bunda memanjatkan dengan penuh kekhusyu’an doa-doa untuk anaknya

Tidak ada artinya kebaikan seorang anak kepada ibunya secara material, sementara ia selalu berbuat maksiat kepada Allah. Karenanya banyak para ulama mengatakan, ”Pengabdian seorang anak yang paling baik bagi orang tuanya adalah menjadikan dirinya sebagai anak yang saleh.”

Hal ini menegaskan, bahwa hanya anak yang saleh yang benar-benar akan memberikan kebahagiaan bagi orang tuanya, bahagia secara material maupun secara spiritual. Sementara anak durhaka, tidak akan pernah memberikan kebahagiaan hakiki bagi orang tuanya.

Sebarkan Kebaikan Anda
Responsive image
GenOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) adalah Salah satu program dari LAZNAS Yatim Mandiri dalam bentuk kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak yatim dhuafa berprestasi
Kantor Layanan
Jalan Raya Jambangan No.135-137 Surabaya
(031)8283488
08113251112
genota@yatimmandiri.org
Ikuti Kami