Card image
Saat Terasing

GENOTA.ID - Ibnu Mas'ud RA pernah didatangi oleh jamaahnya selepas taklim. “Tempat mana yang harus aku datangi saat aku mendapati keadaanku galau dan terasing?” seru jamaah. “Datangilah tempat yang Al-Quran sering dibacakan. Kamu duduk dan simak bacaannya. Niscaya kamu akan dapati ketenangan. Lalu, datangi tempat-tempat yang kamu diajak untuk mengingat dan menyebut Allah SWT dan akan bertambah ilmumu. Terakhir, datangi alas sajadahmu dikeheningan malam dan mengadulah kepada Rabb Pengatur hidupmu.”

Cerita sarat hikmah ini boleh jadi menjadi bagian dari cerita hidup kita. Karena satu hal yang pasti, keadaan galau dan terasing menjadi sesuatu yang tidak bisa terpisah dalam perjalanan hidup manusia. Dan, di antara kunci melepas lara dan keterasingan hidup adalah dengan sering mendatangi majelis-majelis ilmu dan zikir.

Rasul pernah mengatakan, betapa beruntungnya orang yang rajin dan istiqamah hadir di majelis-majelis ilmu dan zikir. “Tidaklah satu kaum duduk membaca Al-Quran lalu mengkajinya dan berzikir kecuali akan menyita perhatian para malaikat, terliputi ketenangan dihatinya, ditenggelamkan dalam lautan rahmat-Nya dan semakin dimasyhurkan namanya di hadapan makhluk Allah SWT.”

Ada banyak hikmah yang didapatkan dengan sering duduk berbaur dalam lautan manusia yang berzikir dan menuntut ilmu.  Inilah yang akan kita dapati dengan menghadiri majelis kebanggaan Allah SWT dan malaikat-Nya itu.

Pertama, ilmu dan pengetahuan kita semakin bertambah. Hal yang tidak bisa dipungkiri adalah sering kali masalah menghimpit kita dan sulit menemukan cara menyikapi dan penyelesaiannya. Boleh jadi lantaran keterbatasan ilmu dan pengetahuan kita. Dengan hadir di majelis ilmu dan zikir, berarti ada upaya pengayaan informasi dan ilmu.

Kedua, iman terjaga dan bertambah kuat. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah SWT gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.” (QS Al-Anfal [8]: 2).

Ketiga, tumbuh kecintaan kepada ulama. Rasul SAW bersabda, “Siapa yang memuliakan ulama, kalian memuliakanku dan siapa yang memuliakanku, Allah SWT muliakan dengan surga-Nya.”

Keempat, cara paling jitu menghancurkan keangkuhan diri. Saat menegakkan kepala ke atas, melihat para ustadz, bukankah artinya kita mau mendengar dan melihat siapa yang diatas kita. Ketika merintih dalam doa, maknanya supaya keluhan kita didengar. Itu artinya kita kecil, bodoh dan teramat banyak kekurangan. Karenanya, duduk di majelis zikir dan ilmu, pada gilirannya mampu membekap kesombongan kita.

Kelima, berkumpul dengan orang shaleh. Insya Allah, mereka yang hadir di majelis zikir atau ilmu adalah para perindu, pemburu kasih sayang, dan ridha Allah SWT. Mereka adalah orang-orang yang ingin hidupnya bermakna dan bahagia dunia akhirat.

Nabi SAW bersabda, “Saat orang-orang shaleh berkumpul dan menyebut Allah SWT, malaikat mengepakkan sayapnya dan menaungi mereka dengan untaian doa: “Ya Allah SWT rahmati mereka dan ampuni mereka.”(*)

 

Sebarkan Kebaikan Anda

GenOTA.id

GenOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) adalah Salah satu program dari LAZNAS Yatim Mandiri dalam bentuk kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak yatim dhuafa berprestasi