Card image
Saat Anak Boleh Punya Ponsel

GENOTA.ID - Saat ini, anak-anak usia bangku SD yang memakai ponsel sudah menjadi pemandangan biasa. Bahkan, banyak anak usia 8 tahun, atau lebih muda lagi, sudah mulai merengek minta dibelikan ponsel. Tak bisa dipungkiri, dunia teknologi juga merambah anak-anak kini. Mulai dari laptop, alat pemutar musik, hingga telepon pintar.

Studi yang dilakukan pada tahun 2009 menunjukkan, bahwa 83% anak remaja punya telepon genggam. Riset juga memperlihatkan 53% anak punya ponsel sebelum berusia 12 tahun. Bagaimana dengan anak yang belum remaja? Data memaparkan 14% anak berusia 5-7 tahun punya telepon genggam.

Sebenarnya, saat usia kelas VI SD atau 12 tahun anak sudah mulai bisa diberikan ponsel. Namun itupun ponsel dengan fitur yang sangat sederhana, yaitu sekedar untuk bisa menelepon dan mengirimkan pesan tertulis (SMS) kepada orang tuanya. Pada usia tersebut anak dibekali ponsel juga dengan tujuan agar mudah menghubungi dan dihubungi oleh kedua orang tuanya saat darurat. Sebisa mungkin anak masih dibatasi untuk tidak memiliki ponsel dengan berbagai fitur canggih.

Namun, tidak semua anak pada usia tersebut bisa dibekali ponsel. Karena sesungguhnya tidak ada usia yang ideal, sebab tahap pertumbuhan setiap anak tidaklah sama. Seorang anak, dapat diberikan kepercayaan tertentu, salah satunya memiliki ponsel sendiri, jika ia sudah memenuhi kecakapan berpikir dan memilih.

Berdasarkan teori psikologi, anak yang diberikan tanggung jawab terhadap sesuatu yang besar dan beresiko, harus memenuhi kemampuan dan kematangan kognitifnya yaitu kemampuan berpikir, perkembangan moral yang baik, kemampuan memikul tanggung jawab serta kemampuan menerapkan disiplin pada dirinya sendiri.  

Memasuki usia sekolah menengah pertama, anak baru bisa diberikan ponsel yang memiliki fitur lebih canggih, karena pada usia tersebut kematangan berpikir dan memilih anak sudah berkembang lebih baik. Aktifitas anak yang sudah semakin banyak membuat ponsel cukup dibutuhkan untuk keamanan, sehingga orang tua bisa mengawasi dan lebih mudah menghubunginya.

Meski begitu, orang tua tetap harus membekali anak informasi yang lengkap tentang manfaat atau kegunaan telepon pintar atau gadget lainnya, sekaligus bahaya apa saja yang bisa ditimbulkan dari benda tersebut seperti sexting (pengiriman pesan yang berbau seks) atau bullying.(*)

 

Sebarkan Kebaikan Anda

GenOTA.id

GenOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) adalah Salah satu program dari LAZNAS Yatim Mandiri dalam bentuk kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak yatim dhuafa berprestasi