Card image
Pentingnya Mengajarkan Financial Literacy Pada Anak

GENOTA.ID - Kemampuan mengelola keuangan pada usia dewasa, sesungguhnya terbentuk sejak anak masih kecil. Kebiasaan-kebiasaan di rumah yang dilakukan oleh orang tua akan banyak memengaruhi pola hidup anak saat ia dewasa, termasuk kemampuan mengelola keuangannya kelak.

Orang tua harus memiliki kesadaran untuk mendidik financial literacy kepada setiap anaknya. Agar anak bisa mengerti dan paham bagaimana membuat sebuah perencanaan, berpikir, memilih, memutuskan sesuatu hingga bertanggung jawab terhadap konsekuensi yang ditimbulkan atas tindakan yang dilakukannya.

Kemampuan mengelola keuangan tidak datang begitu saja saat anak dewasa dan memiliki berbagai peran dalam kehidupannya. Kemampuan ini harus dipupuk sejak dini. Sejak awal, sebaiknya anak dikenalkan 5 hal dasar dalam mengelola keuangan, yaitu: earning (menghasilkan), Spending (menggunakan), saving (menabung), sharing/giving (berbagi/sedekah) dan investing (berinvestasi).

Berikut cara mengajarkan Financial Literacy kepada anak:
1. Beri pengertian kepada anak bahwa di dunia ini tak ada pohon uang, sehingga uang harus dicari melalui kerja keras. Kenalkan anak-anak dengan mata uang sejak ia mulai bisa berbicara. Tak masalah jika ia baru tertarik dengan warna dan nominalnya.

2. Beri contoh teladan kepada anak tentang bagaimana cara orang tua bisa menghasilkan uang, bagaimana menghandle masalah keuangan sehari-hari dalam keluarga dan bagaimana cara menggunakannya secara bijak.

3. Komunikasikan pengetahuan tentang keuangan secara hangat.

4. Perlu diketahui, topik keuangan bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan dengan anak. Karena jika orang tua tidak nyaman membahas tentang keuangan, anak tidak akan memiliki pengalaman yang menyenangkan.

5. Hindari bertengkar soal uang di depan anak, karena anak akan memandang bahwa uang merupakan sumber masalah dan sumber stress.

Sesuaikan Dengan Usia Anak
Pembekalan kemampuan keuangan sebaiknya mulai ditanamkan paling lambat saat anak duduk dikelas 3 sekolah dasar. Selanjutnya terus memupuk kemampuan mengelola keuangannya sesuai dengan pertumbuhan usianya.

a. Usia 0 - 2 Tahun
- Meski belum mengenal uang, kenalkan anak pada bentuk dan warna uang.
- Anak perlu belajar nama uang.
- Melalui permainan, misalnya role play anak-anak terstimulasi untuk mengembangkan imajinasinya dan representasi ke masa depan tentang: BISNIS.

b. Usia 2 - 4 Tahun
- Lakukan permainan role play lebih beragam semisal pelayan toko, kasir, pelayan resto dan lain-lain.
- Gunakan benda-benda bekas yang dilapisi gambar produk dan uang mainan. Uang dibutuhkan untuk membeli sesuatu, ajarkan anak untuk membedakan antara uang koin.
- Minta anak untuk berlaku layaknya interaksi pedagang dan pembeli di pasar atau pelanggan dan kasir di toko.
- Setelah mengerti, anak akan memilih role play yang ia sukai dan kemampuannya dalam berhitung akan meningkat.

c. Usia 4 - 6 Tahun
- Uang diperoleh dengan bekerja, jelaskan kepada anak tentang pekerjaan Anda. Jelaskan pula bedanya pekerjaan Anda dengan pekerjaan tante, om, kakek dan lainnya.
- “Kamu harus ‘menunggu’ sebelum boleh membeli sesuatu”, jelaskan konsep bekerja, menabung dan berbelanja untuk mendapatkan sesuatu. “Jadi kalau kamu mau sesuatu, tabungan kamu sudah cukup belum?”
- Bedakan: kebutuhan atau keinginan?

d. Usia 6 - 12 Tahun
Memasuki usia sekolah dasar, anak diharapkan memiliki kemampuan pengenalan terhadap keuangan lebih baik melalui aktifitas yang lebih beragam.  
- Ajarkan anak untuk mendapatkan penghasilan dari mengerjakan tugas rumah ekstra sesuai usianya dan dapat bayaran setiap pekan. Ini pengalaman pertama anak untuk mendapatkan uang, misalnya mencuci sepedanya sendiri atau membantu ayah mencuci mobil. Namun ingat, tidak semua pekerjaan rumah harus diberi upah.
- Kenalkan konsep uang melalui permainan edukasi misalnya di planet orange.
- Anak memperoleh uang jajan yang terdiri dari uang kertas dan logam, ajarkan ia untuk menyisihkan ke celengan.
- Ajarkan anak untuk membuat pilihan dalam menggunakan uangnya. Money As You Grow menyarankan anak belajar bertanya pada diri sendiri : “Saya butuh ini nggak ya?”, “Beli atau pinjam?”, “Ditempat lain lebih murah nggak ya?”
- Jadikan belanja sebagai fieldtrip. Ajak anak berkeliling untuk membandingkan harga terlebih dahulu sebelum berbelanja. The Simple Dollar mengajarkan bagaimana dengan uang Rp 100.000,- anak bisa berbelanja mingguan.
- Ajarkan bahwa belanja online bisa lebih mahal dan berbahaya bila member informasi pada orang tidak dikenal. Parental Controls mengajarkan dasar-dasar belanja online dan bagaimana melakukannya dengan izin orang tua dan tidak sembarangan berbagi informasi.
- Ajarkan anak untuk menabung di bank. Jelaskan bagaimana sikap kita terhadap bunga bank dan bunga uang secara umum dan hukum menggunakannya.

 

Sebarkan Kebaikan Anda

GenOTA.id

GenOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) adalah Salah satu program dari LAZNAS Yatim Mandiri dalam bentuk kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak yatim dhuafa berprestasi