Card image
Mudahnya Mengeluh, Susahnya Bersyukur

GENOTA.ID - “Dan hanya sedikit di antara hamba-hambaKu yang mau bersyukur”(QS. Saba’: 13)
Ditengah kesibukan dan tekanan hidup, seringkali membuat manusia lupa akan bersyukur. Padahal Allah SWT telah menganugerahkan nikmat yang tak terhitung kepada manusia dengan berbagai macam bentuk.

Sebagai contoh, Allah SWT  anugerahkan manusia berupa anggota tubuh yang lengkap. Seperti dikaruniai akal untuk berpikir, tangan, kaki, mata, mulut, telinga, dan anggota tubuh lainnya yang bermanfaat bagi kehidupan.

Ironisnya, ditengah kenikmatan yang telah didapatkannya, manusia justru masih saja mengeluh. Katakanlah, ada orang kaya yang hidup mewah dan glamor. Namun, ia sering mengeluh ketika makanan yang disajikan tidak sesuai keinginannya. Padahal, perlu disadari bahwa masih ada orang lain yang kesusahan mencari makan.

Contoh lain adalah kesehatan. Manusia seringkali menganggap kesehatan merupakan hal yang biasa dimiliki oleh setiap manusia. Padahal tanpa kesehatan kita tidak bisa bekerja. Bahkan, melakukan aktivitas pun menjadi sulit. Namun, haruskah menunggu sakit dahulu baru kita bersyukur?

Mengapa Manusia Tidak Bersyukur?
Dalam kehidupan ini, seringkali kita menjumpai orang lebih suka berkeluh-kesah atas kesulitan yang dialaminya, daripada berpikir dan berjuang mengerahkan segenap potensi untuk mengatasi kesulitan tersebut. Bahkan lebih parahnya, bila memilih menyalahkan keadaan.

Berdasarkan buku Dahsyatnya Syukur karya Syafii Al-Bantanie, ada 2 hal yang membuat manusia seringkali lupa untuk bersyukur. Yang pertama, mengejar kepuasan duniawi yang diinginkan, sehingga melupakan apa yang telah dimiliki. Misalnya, orang telah memiliki pekerjaan tetap, rumah, kendaraan, dan pasangan, tapi masih saja merasa tidak puas. Akibatnya, pikirannya dipenuhi dengan cara untuk mendapatkan yang lebih baik. Alhasil, pikiran, waktu dan tenaganya terkuras hanya untuk memenuhi keinginannya, yang tak akan pernah puas. Manusia memang memiliki naluri tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah dimiiki. Namun, naluri tersebut dapat dikendalikan dengan cara bersyukur.

Dan yang kedua, mudah membandingkan diri dengan orang lain. Ketika berada dalam suatu lingkungan, kita pasti akan menemukan orang yang lebih tampan, lebih cantik, maupun lebih kaya. Bukannya bersyukur dengan pemberian Allah SWT, yang muncul malah rasa iri.

Karena itu, hendaknya agar bisa menjadi manusia yang bersyukur, maka jangan melihat keatas, tapi lihatlah kebawah. Seperti orang fakir miskin, orang cacat dan lainnya. Dengan begitu, kita akan sadar bahwa sebenarnya masih ada orang yang lebih miskin dan lebih kekurangan dari kita.

Rasulullah SAW bersabda, “Lihatlah orang yang di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang rendah nikmat Allah SWT yang dilimpahkan kepada kalian”.(HR. Muslim dan Tirmidzi).

Bahagianya Bersyukur
Manfaat syukur akan kembali kepada orang yang bersyukur, salah satunya adalah menjadikan hati lebih tentram dan bahagia. Sebab dengan bersyukur, kita akan menyikapi segala hal dengan positif. Sesungguhnya hidup akan lebih bahagia bila kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Bila menyikapi segala problematika dengan bersyukur, niscaya semua manusia akan menjalani hidup lebih mudah dan lebih bahagia.

Dengan bersyukur hal yang negatif dapat menjadi positif. Segala perkara akan menjadi berkah bagi orang-orang yang pandai bersyukur. Sebaliknya, ketika kita tidak bersyukur atas apa yang kita dapatkan, maka kita akan senantiasa diliputi ketidakpuasan dan merasa tidak bahagia.

Kebahagiaan yang hakiki, pada dasarnya bukan terletak pada harta yang melimpah, segala kebutuhan terpenuhi maupun kekayaan materi. Letak kebahagiaan pada dasarnya ada dihati. Oleh karena itu, untuk meraih kebahagiaan hidup, manusia perlu banyak bersyukur. Sesungguhnya Allah akan menambah nikmat bagi hambaNya yang bersyukur. Wallahu a’lam bisshowab.(*)

 

Sebarkan Kebaikan Anda

GenOTA.id

GenOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) adalah Salah satu program dari LAZNAS Yatim Mandiri dalam bentuk kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak yatim dhuafa berprestasi