Card image
Mengenal Bullying

GENOTA.ID - Bullying, sebuah kata yang mulai populer. Walaupun sebenarnya, bullying bukanlah hal baru dalam dunia sekolah. Bullying bisa saja terjadi disekolah manapun, sekolah negeri ataupun sekolah swasta. Tidak peduli sekolah yang bertarif mahal dan berkurikulum internasional, ataupun sekolah yang bertarif biasa biasa saja.

Apa sih sebenarnya Bullying itu
Bullying berasal dari kata Bully, yaitu suatu kata yang mengacu pada pengertian adanya “ancaman” yang dilakukan seseorang terhadap orang lain ( yang umumnya lebih lemah atau “rendah” dari pelaku ), yang akan menimbulkan gangguan dalam bentuk gangguan fisik atau psikis, atau keduanya. Misalnya susah makan, sakit fisik, ketakutan, stress, rendah diri, depresi, cemas, dan lainnya.

Biasanya, Bullying ini berlangsung dalam waktu yang lama (tahunan), sehingga sangat mungkin mempengaruhi korban secara psikis. Bullying pada anak-anak bentuknya beragam, antara lain : memukul, menendang, mendorong, menjambak, mencubit, mengejek, menjuluki dengan sebutan yang jelek, mengucilkan dan lainnya.

Ayah dan Bunda, mungkin saja anak kita korban bully dari teman-temannya. Sebagai orang tua, sudahkah kita mengenal dengan baik anak-anak kita ? Sebagai orang tua, sudahkah kita mengetahui “dunia” yang sedang mereka hadapi ?

Untuk mengetahui apakah anak kita menjadi korban bully dari teman-temannya, mungkin perilaku-perilaku anak berikut ini bisa menjadi bahan pertimbangan:


- Performance anak menurun, bahkan menghilangnya minat pada “sesuatu” yang berbau sekolah. Malas mengerjakan PR dan nilai ujiannya menurun. Anak korban bullying malas atau mogok ke sekolah, serta malas mengikuti kegiatan extra sekolah.
- Kesulitan tidur atau sering mimpi buruk.
- Hilang atau rusaknya pakaian, buku, elektronik atau perhiasan.
- Cedera yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
- Perubahan drastis pada sikap, cara berpakaian atau kebiasaannya.
- Perasaan tidak berdaya atau tidak percaya diri.
- Berhenti melakukan aktivitas diluar sekolah yang tadinya disukainya (Les music, tari, renang ataupun lainnya).

Pada poin yang terakhir, kita bisa melihat bahwa bullying yang terjadi di sekolah, bisa saja mempengaruhi seorang anak dalam bertingkah laku. Jelas-jelas aktivitas luar sekolah tidak berhubungan dengan bullying yang dialami di sekolahnya, tetapi ia tiba-tiba ingin berhenti melakukan kegiatan yang ia sukai sebelumnya. Fakta menunjukkan, bullying memang berdampak secara fisik, psikis dan sosial terhadap korban.

Yang harus kita lakukan menghadapi bullying
Setelah melihat gejala gejala bullying terjadi pada anak kita, ada beberapa tips yang Ayah dan Bunda bisa lakukan :

a. Selalu bersikap tenang dalam bertindak, lakukan pendekatan padanya serta yakinkan anak bahwa kita selalu berada disisinya dan kita akan melindunginya.

b. Motivasi anak dengan sugesti sugesti positif bahwa ia tidak sendiri, ada kita orangtuanya, ada guru, ada teman teman nya yang siap membantu ia apabila ada kesulitan.

c. Atur pertemuan dengan pihak sekolah
d. Laporkan kepada wali kelas atau guru BK (Bimbingan dan Konseling)/ pihak sekolah agar dapat segera dilakukan penyelidikan.

 

Sebarkan Kebaikan Anda

GenOTA.id

GenOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) adalah Salah satu program dari LAZNAS Yatim Mandiri dalam bentuk kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak yatim dhuafa berprestasi