Card image
Mengajarkan Kejujuran Kepada Anak

GENOTA.ID - Baru baru ini kita disuguhi berita yang sangat menyedihkan, praktik mencontek massal siswa di sebuah sekolahan. Ternyata tidak hanya disekolah itu, kemudian tersiar lagi kasus serupa di sekolahan lain. Itu yang ketahuan publik,…

Melihat fenomena diatas, saya hanya bisa mengelus dada, anak-anak kita telah “digadaikan” kejujurannya oleh oknum-oknum tertentu hanya untuk sesuatu yang disebut ujian nasional (UN). Sangat ironis sekali ketika ada siswa yang mengerjakan soal tentang kejujuran, tetapi dia mengerjakan dengan tidak jujur, dengan mencontek misalnya. Dimanakah letak kejujuran yang selama ini diajarkan?  

Sebenarnya berbicara tentang jujur, berbicara tentang nilai, pembiasaan, dan sikap yang tidak cukup diajarkan melalui pembelajaran di kelas saja. Tetapi, perlu adanya tindak lanjut dalam kehidupan sehari-hari. Dan orang tua menjadi panutan yang utama bagi anak anak. Sebelum mengajarkan kejujuran kepada anak anak. Sudahkah kita sebagai orang tua mengaplikasikan nilai-nilai kejujuran itu dalam kehidupan kita? Bagaimana caranya mengajarkan nilai dan pembiasaan berbuat jujur kepada anak kita?

Berikut tip yang bisa kita lakukan dalam mengajarkan makna kejujuran kepada anak kita :

1. Jadi Teladan
Jangan membohongi anak. Sekali orang tua ketahuan berbohong, anak akan kehilangan rasa percaya terhadap orang tuanya; jika orang tua sudah menjanjikan membelikan sesuatu, maka anak akan menagihnya. Apabila kita tidak menunaikan janji kita, maka anak sudah menganggap kita berbohong. Secara tidak kita sadari, kita telah mengajarkan kebohongan kepada anak. Jangan menyuruh anak berbohong, apa pun alasannya. Dan jangan berdalih dengan bohong putih. Sebab anak-anak belum memiliki kemampuan menyaring hal ini. Ingat bahwa anak akan lebih mudah meniru dari apa yang dia lihat disekitarnya.

2. Bersikap Tenang dan Berfikir Positif
Bersikaplah tenang ketika mendapati anak berbohong. Jangan memarahi anak. Jika kita tenang, komunikasi dan tujuan yang ingin kita sampaikan jadi lebih mudah diterima, daripada marah-marah. Dorong keberanian anak bersikap jujur dan beranggung jawab, dengan tidak serta merta memarahi ketika dia melakukan sebuah kesalahan. Seperti si anak mengaku memecahkan vas bunga, ketika dia membolos sekolah dan meminta maaf. Terima maaf dan kejujurannya.

3. Cari Tahu Kenapa Anak Berbohong
Anak berbohong mungkin karena takut dihukum. Mungkin juga takut dengan konsekuensi atas kesalahan yang telah dilakukannya. Terkadang anak berbohong untuk menghindari kemarahan orang tuanya . Apa yang dikatakan oleh seorang anak selalu ada alasannya. Nah, sebaiknya Anda pun bertanya pada diri sendiri, apa tujuan anak sehingga dia berbohong.

4. Punishment
Beri sanksi keras jika anak kebohongannya diulanginya lagi tanpa menjatuhkan hukuman yang bersifat fisik. Sebelum sanksi ini diberikan. Ada baiknya apabila pada saat anak ketahuan berbohong dan anak minta maaf untuk tidak mengulanginya. Bahas konsekuensi yang akan anak terima apabila ia berbohong lagi.

Semoga bermanfaat!
Wallahu a'lam bishawab

 

Sebarkan Kebaikan Anda

GenOTA.id

GenOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) adalah Salah satu program dari LAZNAS Yatim Mandiri dalam bentuk kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak yatim dhuafa berprestasi