Card image
Melejitkan Bintang Dalam Diri Anak

GENOTA.ID - Setiap anak pada hakikatnya adalah istimewa. Namun sebagai orang tua, sudahkah kita menganggap setiap anak-anak kita istimewa? Orang tua seringkali terjebak dalam memandang diri anak-anaknya. Mereka cenderung membanding-bandingkan mereka dengan anak lainnya. Seringkali kita lupa bahwa Allah SWT menciptakan setiap manusia unik, tidak sama satu dengan lainnya. Bahkan anak yang terlahir kembar sekalipun.

Manusia sering kali lupa bahwa konsep penciptaan oleh Allah SWT sangat luar biasa. Sperma dan sel telur ketika bertemu, masing-masing membawa ratusan ribu sifat berbeda yang diwarisi dari garis keluarga ayah ibu, kakek nenek dan seterusnya. Jadi dalam setiap individu ada sifat yang berbeda-beda serta bakat yang juga berbeda, dan kita tidak mengetahui sifat dan bakat apa yang akan menonjol dalam diri seorang anak.

Apakah minat dan bakat itu?
Bakat adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang perlu dikembangkan dan dilatih untuk mencapai satu kecakapan. Kecakapan ini bisa memerlukan les, bimbingan, latihan serta pengetahuan hingga ia mampu menguasainya dengan baik dan terampil. Sedangkan minat adalah aktifitas yang membangkitkan perasaan ingin tahu atau yang memberikan kenikmatan dalam diri anak.

Untuk mengetahui minat dan bakat yang dimiliki oleh anak, sebaiknya orang tua memberi kesempatan pada anak untuk memilih minat pada satu bidang tertentu. Jika minat tersebut bertahan lama, anak akan menekuninya dengan rasa suka sehingga kemampuannya menjadi berkembang. Maka minat tersebut akan menjadi sebuah bakat.

Ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan para orang tua dalam mengarahkan potensi anak-anaknya yaitu:
1. Sebagai orang tua kita tidak menganggap anak-anak kita spesial.
2. Kita tidak menganggap anak memiliki potensi yang luar biasa. Sehingga kita kurang memperhatikan minat itu ada dan tidak memberi kesempatan bakatnya berkembang.
3. Kita cenderung mengarahkan anak untuk mengembangkan kemampuan mereka sesuai dengan mimpi-mimpi lama orang tua.
4. Mengikutkan anak-anaknya les pada bidang tertentu bukan karena kemauan anak, melainkan demi tuntutan lingkungan.

Sebaiknya orang tua belajar meluaskan wawasan bahwa kemungkinan bakat itu bisa diwarisi dari mana saja. Jadi, bukan malah anak dipaksa untuk mewujudkan dendam positif orangtua akibat impian dimasa lalu orang tua yang tidak terwujud.

Kurikulum sekolah yang terlalu berat, juga menjadi salah satu faktor yang membuat anak kesulitan untuk mengenali dan menunjukkan minat dan bakat yang dimiliki dalam dirinya. Anak cenderung dipacu dalam prestasi akademik saja, namun kurang tergali potensi unik yang milikinya. Sehingga orang tua terlambat mengenali potensi luar biasa yang dimiliki oleh setiap anak-anaknya.
 
Mulailah Kenali Potensi Unik Anak
Pernahkah Anda mencoba menuliskan 3 potensi yang Anda miliki? Kebanyakan orang merasa kesulitan untuk mengenali potensi apa yang dimiliki. Bahkan tidak sedikit yang baru mengenali potensi dirinya setelah berusia 30, 40 bahkan 50 tahun. Tentu hal ini jangan sampai terulang pada diri anak-anak kita.

Mulai sekarang, cobalah untuk:
1. Percaya bahwa setiap anak adalah istimewa. Cobalah untuk berbicara, memperlakukan serta bersikap terhadap anak dengan cara yang istimewa.
2. Mengenali minat anak. Observasi dan amati minat apa yang dimiliki anak. Tanamkan pondasi pemahaman bahwa minatnya merupakan salah satu bentuk beribadah yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain.
3. Mengenali modalitas belajar anak. Pahami bahwa kecerdasan setiap anak berbeda-beda. Anak hanya akan melakukan sesuatu hal dengan maksimal jika ia menyukainya. Jangan dipaksakan bila anak tidak menyukainya.
4. Mengenali apa itu bermain. Kita bisa mengamati minat dan bakatnya dari cara mereka bermain. Bermain pun memberi orang tua kesempatan untuk mengobservasi dan memberikan latihan untuk mengarahkan potensinya. Dari situ akan terlihat ke arah mana anak memiliki ketertarikan yang besar.
 
Setiap anak adalah bintang. Allah SWT telah menganugerahkan mereka berbagai potensi spesial. Namun bakat tersebut akan muncul bila ada kesempatan untuk berkembang. Jadi tugas orang tua yang harus membantu mereka menemukan bakat terpendam dalam dirinya. Akui keberadaan dan keunikan dirinya, beri kesempatan mengeksplorasi bakat minatnya, dukung untuk terus mengasah keistimewaannya. Maka jadikan mereka champion dengan jiwa yang bersinar terang dan merdeka.(*)

 

Sebarkan Kebaikan Anda

GenOTA.id

GenOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) adalah Salah satu program dari LAZNAS Yatim Mandiri dalam bentuk kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak yatim dhuafa berprestasi