Card image
Kembangkan Anak Untuk Berperilaku Baik

GENOTA.ID - Pemberitaan tentang aksi brutal geng motor dibeberapa daerah Indonesia kembali muncul. Kekerasan dan kriminalitas yang melekat pada komunitas atau geng motor semakin membuat miris masyarakat. Anak-anak remaja yang mestinya dalam usianya sedang menikmati proses belajar demi mengejar impian cita-cita mereka justru malah terjerumus pada pilihan yang negatif.  

Remaja yang terjerumus kepada perilaku negatif seperti geng motor dan lainnya kunci permasalahannya terletak pada pengasuhan orang tua mereka dirumah. Input positif yang dimaksud adalah pengasuhan yang menanamkan nilai-nilai agama, nilai-nilai moral serta pemenuhan kebutuhan perasaan seorang anak untuk diterima, dimengerti dan dipahami secara baik oleh orang tuanya dirumah.

Dan pengasuhan anak-anak, semestinya menuntut kerjasama dengan semua elemen masyarakat. Semua pihak harus fokus pada mengembangkan anak menjadi baik, bukan mencegah anak melakukan hal buruk. Saat ini orang tua, pemerintah maupun pihak-pihak lainnya kebanyakan sibuk dengan melakukan tindakan kuratif (penyembuhan). Harusnya melakukan tindakan preventif dan pemeliharaan.

Seorang anak yang mata dan otaknya sudah terkontaminasi oleh suguhan materi kekerasan dan terlibat dalam pergaulan yang menjerumuskannya pada perilaku kekerasan, berpotensi besar mengalami kerusakan otak.

Kerusakan otak yang terjadi pada anak-anak remaja menyerang bagian Pre Frontal Cortex (PFC) yang mengakibatkan anak memiliki adiksi terhadap perilaku negatif, tidak bisa mengendalikan tingkah lakunya akibat dorongan kebutuhan hawa nafsunya meningkat. Serta mencari cara untuk menyalurkannya tanpa mengerti konsekuensi yang ditimbulkan.

Hal ini terjadi karena PFC merupakan pengendali impuls-impuls syaraf pada otak. Antara lain sebagai pengendali hawa nafsu dan emosi, pusat pembuat perencanaan dan pembuat kebijakan. PFC merupakan direkturnya otak manusia. PFC pula yang membedakan antara manusia dengan hewan.
Jadi semua pihak semestinya membangun edukasi positif bagi anak-anak dan remaja untuk membangkitkan harga diri anak, sehingga anak-anak Indonesia tergerak untuk memaksimalkan potensinya untuk membangun keluarga, lingkungan dan negara.

Seperti apa konkritnya hal-hal yang perlu dilakukan saat ini untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak agar bisa tumbuh dengan baik dan benar (secara moral)? Yakni dorong anak-anak untuk terlibat dalam program-program yang bisa memotivasi dan mengembangkan potensi atau bakat mereka. Kalau kasus malnutrisi diatasi dengan peningkatan gizi, kekurangan gizi psikologis mestinya juga diatasi dengan pemenuhan kebutuhan tersebut.

Bahkan perlu dibentuk relawan psikologis untuk membantu ‘mengisi’ para remaja. Sama halnya seperti relawan fisik, relawan psikologis dibutuhkan karena manusia adalah makhluk fisik dan psikologis.(*)

 

Sebarkan Kebaikan Anda

GenOTA.id

GenOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) adalah Salah satu program dari LAZNAS Yatim Mandiri dalam bentuk kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak yatim dhuafa berprestasi