Card image
Jalan Menuju Kesuksesan Hidup

GENOTA.ID - Seperti yang telah kita yakini bersama, bahwa orang beriman ialah orang yang selalu berusaha ingin sukses didalam kehidupannya (kesuksesan yang hakiki). Baik di dunia, maupun di akhirat nanti. Apa pun posisi, kedudukan, dan profesinya. Bahkan, seruan untuk menggapai kemenangan dan kesuksesan ini dikumandangkan pada setiap adzan ketika hendak melaksanakan shalat, yaitu kalimat hayya ‘alal-falaah (mari kita raih kesuksesan dan keberhasilan).

Yang perlu kita sadari bersama, bahwa jalan menuju kesukesan dalam pandangan ajaran Islam bukanlah semata-mata pada aspek materi, dan bukan pula sebaliknya, hanya pada aspek rohani. Bukan pula pada aspek Hablumminallah saja dengan mengabaikan Hablumminannas atau sebaliknya. Tetapi keseimbangan antara keduanya (tawazun) saling melengkapi dan saling mengisi.

Adapun jalan menuju kesuksesan yang bersifat tawazun ini, antara lain, seperti diungkapkan dalam QS Al-Mukminun (23): 1-11 (yang sering dijadikan contoh pribadi Rasulullah SAW yang sukses), yaitu:

1. Selalu berusaha untuk menegakkan shalat dengan penuh kekhusyukan, dengan cara menjadikan shalat sebagai kebutuhan utama disamping kewajiban. Shalat dijadikan sebagai medium utama untuk meraih pertolongan dan ridha Allah SWT. Apalagi jika ditambah dengan shalat berjamaah yang dijadikannya untuk membangun silaturahim dan menguatkan ukhuwah Islamiyah di antara sesama orang yang rukuk dan sujud.

2. Mampu menghindarkan diri dari ucapan dan tindakan yang tidak ada manfaatnya. Artinya, berusaha memiliki etos kerja dan produktivitas yang tinggi, serta mempersembahkan yang terbaik dalam bidang dan keahliannya. Sehingga betul-betul menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya.

3. Selalu berusaha mengeluarkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada yang membutuhkan, terutama kaum dhuafa dalam bentuk zakat, infak, dan bentuk kedermawanan lainnya. Sikap ini akan melahirkan kekuatan etika dan moral di dalam mencari rezeki. Hanya rejeki halal yang ingin ia dapatkan.

4. Yakni mampu menjaga akhlak dan kehormatannya dalam pergaulan dengan lawan jenis. Sehingga selalu terjaga kejernihan hati, pikiran dan raganya. Dalam situasi apa pun tidak pernah melakukan kegiatan hura-hura yang penuh dengan kebebasan dan permisif.

5. Selalu berusaha menjaga amanah dan janjinya. Disadari betul bahwa segala potensi yang ada pada dirinya seperti ilmu pengetahuan dan harta, merupakan amanah dan titipan dari Allah SWT yang kemudian akan dipertangungjawabkan dihadapan-Nya. Persepsi dan pandangan seperti ini akan menyebabkan seseorang tidak akan pernah menghalalkan segala macam cara untuk meraih kenikmatan dunia yang sifatnya sesaat dan sementara.

Inilah beberapa petunjuk jalan menuju kesuksesan hidup seorang Muslim kapan dan di mana pun, serta dapat menjadi pedoman dalam mengaplikasikan dan mengimplementasikan. Niat yang ikhlas dan kerja keras yang dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT merupakan bingkai utamanya.
Wallahu a’lam.(*)

 

Sebarkan Kebaikan Anda

GenOTA.id

GenOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) adalah Salah satu program dari LAZNAS Yatim Mandiri dalam bentuk kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak yatim dhuafa berprestasi